Hari ini : Selasa, 05 Mei 2026

NEWS

Gilang Tuangkan Ingatan Melalui Pameran Markas Pohon di Lubang Kelinci

Yogyakarta – Sebuah toko buku mungil bernama Kebun Buku yang terletak di Jalan Minggiran No. 61A, Yogyakarta disulap menjadi ruang pameran seni rupa. Berdampingan dengan pemandangan rak buku-buku sastra, tembok-tembok terpanjang dengan berbagai karya seni Gilang N. Bertemakan Markas Pohon di Lubang Kelinci, Gilang memamerkan 17 karya gambar tangan (hand drawing) dan karya kolaborasi bersama Pintalsari Studio berupa ilustrasi digital beserta desain font. Gelaran karya ini mengusung tema “ingatan” diharapkan mampu membawa audiens kembali menelusuri memori masa kelompok teman sepermainan (peer group).

Markas Pohon disimbolkan sebagai proyeksi ambivalen: bagai siang dan malam. Rasa aman hanya ditawarkan ketika hari terik yang penuh akan dunia terang. Ia hadir sebagai ruang proteksi bagi anak-anak dari trauma dan ketakutan yang mengelilinginya. Ia juga menjadi ruang eksplorasi: tempat di mana perasaan diolah bersama dan dipahami. Lubang Kelinci di sini diartikan sebagai representasi visual akan gerbang, metafora untuk masuk ke dalam ingatan yang melebur dengan ketakutan-ketakutan. Melalui karya ini ingatan kembali disampaikan. “Ingatan selalu jadi parameter ukuran dalam sejarah hidup manusia meskipun sifatnya terbatas, maka hal itu perlu disampaikan agar kita tidak lupa”, ujar Gilang. Baginya validasi ingatan (memory validation) itu penting. Ini adalah jembatan antara apa yang pernah kita rasakan di masa lalu dengan apa yang sebenarnya terjadi secara nyata. Baginya histeria ini kemudian melahirkan imajinasi akan pohon sebagai ruang negosiasi, berdiri di atas garis batas antara imaji dan realitas.

 Selain pameran seni rupa, terdapat juga aktivitas mural dan graffiti di luar tembok toko buku sepanjang 10 meter yang diberi nama Living Wall. Apdtum, akan melakukan live mural untuk merespon tema “ingatan” kali ini bersamaan dengan pembukaan pameran pada tanggal 29 April 2026. Adapun Rabu Pagisyahbana dari Biro puisi yang akan melakukan pembuatan puisi dengan mesin ketik. Secara eksperimental ia akan membuka sesi obrolan kepada beberapa partisipan pengunjung pameran dan menuangkannya dalam karya seni puisi. Sesi obrolan akan secara rutin di setiap hari Rabu selama pameran berlangsung.

Pameran seni rupa akan berlangsung pada 29 April - 29 Mei 2026. Acara akan dibuka oleh FJ Kunting selaku seniman dilanjutkan dengan live mural dan performance pengetikan puisi. Acara ini ditujukan guna memeriahkan kunjungan publik ke toko buku. Mengingat belakangan ini proses digitalisasi membuat fisik buku semakin sulit ditemukan, Kebun Buku bekerjasama dengan Porxganizer dalam penyelenggaraan program pameran seni regular per dua bulan sekali. Tujuannya sederhana, mendekatkan buku kepada publik. Menariknya buku-buku berbahasa asing dikirim langsung dari Belanda ke Yogyakarta oleh Hans Knegtmans, sang pendiri sekaligus pemilik Kebun Buku.

OHTER POST