Hari ini : Selasa, 15 September 2026

NEWS

FKY 2026 Dibuka di Beran Sleman, Hadirkan Kolaborasi Seniman dari Seluruh Penjuru Yogyakarta

SLEMAN, YOGYAKARTA — Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi membuka rangkaian perhelatannya melalui Seremoni Pembukaan FKY 2026,Minggu, 13 September 2026, pukul 15.00 WIB di Lapangan Beran Sleman, eks Pabrik Gula Beran,Area Pemda, Sleman.

Pembukaan FKY 2026 tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan berbagai komunitas dan kelompok seni dari seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Semangat kolaborasi menjadi salah satu kekuatan
utama dalam pertunjukan pembukaan tahun ini.
 
Berbeda dengan FKY sebelumnya dengan konsep pawai mengitari beberapa tempat, kali ini FKY 2026 mencoba hal baru dengan menghadirkan pertunjukan kolosal di satu tempat. Melibatkan hampir 600 penari, pertunjukan ini digarap
oleh Pulung Dance Studio dengan judul “Tubuhku Aksaraku”.
Sejumlah kelompok seni dari lima kabupaten/kota di DIY terlibat dalam pertunjukan kolaborasi ini. Praba Sambada (Kabupaten Sleman), Komunitas Cantrik (Kabupaten Kulon Progo), Paguyuban Seniman Tari Bantul (Kabupaten Bantul), Forseta Handayani (Kabupaten Gunungkidul), dan YK Reborn (Kota Yogyakarta)
 
Keterlibatan kelompok seni dari berbagai wilayah menjadi gambaran keberagaman sekaligus kekuatan ekosistem kebudayaan Yogyakarta. Masing-masing komunitas membawa karakter, pengalaman, dan ekspresi seni yang kemudian dipertemukan dalam satu panggung pembukaan FKY 2026.
Kunto Aji sebagai putra asli Sleman ikut andil dalam penampilan kolaborasi ini membacakan tembang macapat dan direspon para penari. Prosesi dilanjut dengan penjemputan Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Bupati Sleman
dan dinas Kebudayaan menuju ke atas panggung. Pembukaan FKY 2026 untuk pertama kalinya dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono Xdengan membacakan geguritan berjudul “Sabda Budaya” lalu dilanjut penyerahan Panji FKY dari Kunto Aji ke Sri Sultan Hamengku Buwono X.
 
Dimeriahkan Beragam Pertunjukan
Selain pertunjukan kolaborasi komunitas seni, pembukaan FKY 2026 juga menghadirkan sejumlah penampil, yaitu Smarai, Palang Pintu dari perwakilan Jakarta, Yogyakarta Royal Choir, serta yang mungkin juga paling menarik adalah
Kunto Aji feat. Orkes Keroncong Aksara.
Kehadiran para penampil tersebut memperkaya ragam ekspresi dalam seremoni pembukaan, mulai dari seni tari, musik, paduan suara, hingga keroncong.
Dengan mempertemukan berbagai kelompok seni dan penampil dalam satu panggung, FKY 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat jejaring antarseniman sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat langsung
dalam kehidupan kebudayaan.
 
Tentang FKY 2026
Yogyakarta - Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 kembali hadir sebagai ruang perjumpaan kebudayaan yang mempertemukan seniman, budayawan, komunitas, generasi muda, akademisi, dan masyarakat luas.
Mengusung tema besar “Bahasa” dengan tajuk “AKSARA”, FKY 2026 mengajak masyarakat untuk melihat bahasa bukan semata-mata sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai pintu untuk membaca identitas, sejarah, nilai, pengetahuan, serta perubahan sosial yang berlangsung di Yogyakarta.
Tema ini menjadi bagian dari rangkaian tema pentalogi FKY yang telah berlangsung sejak 2023, yaitu Pangan (2023), Benda (2024), Adat Istiadat (2025), Bahasa (2026), hingga Ritual untuk 2027.
Setelah tahun lalu FKY berada di Kabupaten Gunungkidul, tahun ini giliran Kabupaten Sleman yang menjadi tuan rumah dan akan digelar di Lapangan Beran Sleman, dari tanggal 13 September sampai 19 September 2026
Tentang Ceremonial Performance “Ragam Bahasa Gerak Yogyakarta”
 
TUBUHKU, AKSARAKU
Tubuh menjadi bahasa simbolik sekaligus media utama dalam tari untuk menyampaikan gagasan dan nilai-nilai yang tersirat melalui gerak.
Akulturasi bahasa diungkapkan melalui tubuh-tubuh tari yang menjadi kekayaan, saling berinteraksi, dan membawa nilai-nilai budaya luhur.
Yogyakarta menjadi ruang temu dan akulturasi tubuh, bahasa, dan budaya, sebagai representasi dari sebuah keragaman.
 
Dan kini, melalui “Ragam Bahasa Gerak Yogyakarta”, keberagaman tersebut akan hadir dalam sebuah pertunjukan kolosal. Creative Team: Pulung Dance Studio
Director & Koreografer: Pulung Jati Ronggo Murti
Music Composer: Agung Widanta & Dawai Studio
Jingle FKY: Sambung Penumbra & Mukhamad Asyhari Nurul Huda
Kostum Designer: Ferry Catur Harjanto & Anang Wahyu Nugroho
Koreografer: Hanif Joaniko Putra
Koreografer Daerah:
Kabupatern Gunungkidul: Ilham Cahya Ramadhan & Tri Rani Vera
Kota Yogyakarta: Aisya Khoirunna Balqis & Icha Fikri Kurniawan
Kabupaten Sleman: Warih Sungging Suprobo & Fachrida Devianti
Kabupaten Kulon Progo: Gandhi Purnama Saputra & Ilham Rozian Darmawan
Kabupaten Bantul: Jerry Bayu Mawardi & Dinda Prajna Paramita
 
Lirik macapat yang dibacakan oleh Kunto Aji
Singgah-singgah kala singgah
Pan suminggah Durga Kala sumingkir
Sing asirah sing asuku
Singa tan kasat mata
Sing atenggak sing awulu sing abahu
Kabeh pada sumingkiraIng telenging jalanidi
kula para pa-ni-ti-ya
pagelaran kabudayan puniki
badhe hanyuwun pangestu
ugi lilah lan donga
mugi slamet sedaya mugi rahayu
dinten niki kawiwitan
konjuk puji marang Gusti
 
GEGURITAN PEMBUKAAN FKY 2026
Geguritan yang dibacakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X
 
KENA NGAPA YOGYA?
sadhela gatekna,
menang wenang wening,
rungokna maneka basa ing Ngayogyakarta
rungokna maneka basaning angin,
rungokna mega-mega lan srengenge,
rungokna ukarane wit tuwuh temuwuh,
basane gunung lan segara,
uga gatekna tembung lan aksaraning pra manungsa,
ya kawula warga, ya wong teka tumeka, wong makarya, wong seni
carup cinarup nyawiji dadi siji
sadhela menepa, banjur rasakna
weruha, kawruhana
kena ngapa kuthane tansah dianggep beda?kena ngapa basane dianggep
beda?
kena ngapa katresnane beda?
kena ngapa sumedhote beda?kena ngapa manungsane dianggep beda?
kena ngapa perkarane beda?
kena ngapa Yogya?
mbok menawa bedane kuwi amarga seni?
mbok menawa amarga budaya?
mbok menawa pitakonan kuwi ora kudu diwangsuli?
nanging kudu dilakoni?
yen pancen dilakoni
sumangga sinangga sesami
tembung sinambung
sambang sinambang
karya kinarya
rakit rinakit, raket rumaket, rikat tirakat
bangun binangun
srawung sinawung
sareng regeng sinengkuyung gayeng
hanglakoni maneka pitakonan lan wangsulan babagan Ngayogyakarta
mila, sumangga mendhak
simpuh nyenyuwun pithedhak
lumunturing sih saking kang maha asih
mugya pahargyan ingkang wiwit samenika
bisa raya-raya sakabehing kawula
dadya upaya kanggo maca maneka basaning ngayogyakarta
sineksen Gusti, mega, srengenge, gunung, segara, lan pertiwi,
kanthi lilah lan pangestu
festival kabudayan ngayogyakarta,
sumangga dibuka,
gya laksana!
 
More info
IG : InfoFKY
Website : FKY.id

OHTER POST

"PERTIWI" - LAGU BARU YURA YUNITA YANG MUNGKIN TAK PERLU DIJELASKAN

Ditulis oleh Donne Maula denga

...


FKY 2026 "AKSARA" Siap Digelar, Rangkaian Dimulai dengan TasakuRUN

Festival Kebudayaan Yogyakarta

...


Hadirkan Warna Baru, Sang Diva Luncurkan EP "Merindu"

Dalam memperingati bulan lahir

...