Yogyakarta - Agung Suhartanto Seniman asal Yogyakarta, sosok Seniman Batik seni rupa, akan menggelar pameran di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.

Pameran Tunggal Agung Suhartanto "MENEROKA": Perjalanan Elemen Nusantara YOGYAKARTA – Seniman asal Yogyakarta, Agung Suhartanto, menggelar pameran tunggal bertajuk "MENEROKA". Melalui pameran ini, Agung menghadirkan wacana baru dengan menyejajarkan batik-yang selama ini kerap dipandang sebatas kerajinan atau tradisi—ke tingkat fine art (seni murni) dan seni rupa kontemporer.
Melalui eksplorasi kreatif selama lebih dari sepuluh tahun, Agung meluruhkan batasan antara canting dan kanvas. Menggunakan teknik khas tutup celup serta penguasaan teknik tradisional yang mendalam, kain batik di tangannya bertransformasi menjadi karya lukis ekspresif berkekuatan visual tinggi.
Menjadikan Proses Membatik sebagai 'Laku' Batin
Pameran ini bukan sekadar pameran visual, melainkan hasil dari pengembaraan batin Agung dalam memahami alam dan dinamika kehidupan Indonesia. Seluruh tahapan membatik—mulai dari sketsa, dikemplong, nyanting (menerakan malam), pewarnaan bertahap, nglorod, hingga penjemuran—dijalaninya sebagai sebuah laku spiritual dan bentuk kejeniusan budaya yang harus terus di edukasikan.

"Aku ingin meluruhkan segala batasan-batasan tentang batik," ungkap Agung. Melalui pendekatan gaya ekspresionisme modern, karya-karyanya menawarkan tawaran estetika manusia Indonesia yang mampu bersaing di kancah global.
Pameran MENEROKA bertajuk "Elemen Batik Nusantara" merupakan pameran tunggal karya Agung Suhartanto. Dalam pembukaan pameran ini, juga akan dilangsungkan seremonial penyerahan penghargaan dari Lembaga Prestasi Dunia (LEPRID).

Penghargaan tersebut akan diserahkan langsung oleh pendiri sekaligus Ketua Umum LEPRID, Bapak Paulus Pangka, S.H., kepada Wakil Wali Kota, Bapak Wawan Harmawan, S.E., M.M., sebagai Inspirator Pameran Batik Mahakarya Mpu Agung Suhartanto. Penghargaan ini diberikan atas penciptaan Teknik Tutup Celup untuk Membentuk Dimensi Ruang atau Dimensi Ketiga dalam Karya Batik Dua Dimensi yang Pertama di Dunia.

Pameran sebagai Ajang Dialog Tiga Komponen Seni.
Pameran "MENEROKA" dirancang sebagai ruang dialog yang demokratis antara tiga komponen utama seni: seniman, karya seni, dan penghayat (publik/pengamat). Lewat interaksi dinamis ini, pameran diharapkan dapat memicu pengalaman emosional dan estetik yang mendalam, sekaligus membebaskan penikmat seni untuk menafsirkan ragam makna dan simbol yang dihadirkan di atas kain.
Pameran ini menjadi bentuk revitalisasi budaya yang membanggakan identitas Nusantara, membuktikan bahwa batik adalah selera sekaligus cita rasa estetika kelas dunia.

Informasi lebih lanjut,
silakan kunjungi
Instagram: @agungsuhartanto.id