Hari ini : Kamis, 09 Juli 2026

NEWS

Lawatan Nusaraya Jogja-Banjarmasin

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menggelar kembali kegiatan Lawatan Nusaraya di Banjarmasin dan menjadi kota keempat. Kegiatan tersebut merupakan pameran terbuka yang melibatkan masyarakat dan institusi antar kota dengan mengusung konsep jalinan persahabat. Kamis, (19/9/2024)

Jogja Bike Rendezvous 2024 "Back To The Soul"

Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) D.I.Yogyakarta kembali menggelar Jogja Bike Rendezvous (JBR) 2024, acara dua tahunan yang selalu dinantikan para pecinta motor besar. Tahun ini, JBR mengangkat tema "Back To The Soul" sebagai refleksi harapan masyarakat Indonesia untuk kembali pada nilai-nilai luhur dan semangat kebersamaan. Jum'at(13/9/2024)

Momen Sakral "Garebeg Mulud" Keraton Yogyakarta

Garebeg Mulud Memperingati Maulid Nabi di Keraton Yogyakarta menggelar Hajad Dalem Garebeg Mulud. Upacara adat tahunan ini menjadi momen sakral bagi masyarakat Yogyakarta. Puncak acara (Sekati) adalah Garebeg Maulid pada Senin (16/9/2024)

Sri Sultan Sebar Udhik-Udhik "Prosesi Kondur Gangsa"

Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebar udhik-udhik di Pagongan Kidul, Pagongan Lor, dan di dalam Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta pada Minggu (15/09/2024) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Penyebaran udhik-udhik ini mengawali prosesi Kondur Gangsa atau kembalinya dua perangkat Gamelan Sekati, yakni Kanjeng Kiai Gunturmadu dan Kanjeng Kiai Nagawilaga.

Prosesi Numplak Wajik

Kraton Yogyakarta memulai rangkaian Hajad Dalem Grebeg Mulud dengan prosesi Numplak Wajik di Panti Pareden Kompleks Magangan pada Jumat sore (13/09/2024). Inti Numplak Wajik adalah prosesi menuang seluruh adonan wajik sebagai isi bakal Gunungan Putri dengan cara membalikkan wadah. Tradisi ini menjadi perlambang kehidupan yang diawali dari rahim seorang ibu dan biasanya dilaksanakan tiga hari sebelum Grebeg.

"Anggrek Astuti Jogja goes to 0 Km"

Anggrek Astuti Jogja adalah wadah kreatifitas pemberdayaan anggrek yang terletak di kaki Gunung Merapi di daerah Pakem, Sleman, Yogyakarta. Titik berat Anggrek Astuti Jogja adalah memperlakukan Anggrek menjadi tidak hanya sekedar komoditas perdagangan dan pertanian, melainkan kebanggaan dengan cara menyematkan nilai nasionalis, kultural, artistic, dan estetik.